do’a dalam sholat
March 24, 2012Kacang sanghai, snack
March 14, 2012
terbuat dari kacang tanah dan tepung tapioca
Strategy Marketing at Maturity Time
March 13, 2012Need presumably beforehand define product in a condition mature, or final growth where product have experienced of a period of/to feather in one’s cap and master market segmentation which have been targeted [by] [at] area which have been determined , where strategy which must be run for the Profit Maximization Of by
1. Maximization Item Product.
2. Maximization Area
3. existing Minimalism SDM
4. Optimality Promotion
Increase price
Improve;Repairing service to [Customer/ Client]
MAXIMIZATION ITEM PRODUCT
seen the condition of product can assess [by] leader product to hence this opportunity have to wear as other product follower to water down product to step into outlet.
Other function as profit adder for the distribution of new product
MAXIMIZATION AREA
Condition of distribution band which have there [is] ( we have) have to be functioned as band distribute new product
Lessening operating expenses.
Adding company profit
MINIMALISM SDM ( human resource )
Lessening SDM which [do] not [do] not profit
the Allocation SDM to new Project
Adding company profit with more precise SDM allocation
OPTIMALITY PROMOTION
Allocation Budget Promotion with new product.
Adding company profit
its go up PRICE TARGET
go up Advantage [of] company
To limit the amount of request
Lessening risk lacking of Goods
IMPROVE;REPAIRING the QUALITY OF SERVICE [CUSTOMER/ CLIENT]
Peeping out ide2 for the repair of consumer [relation/link] with company.
[So that/ to be] consumer remain to loyal to company.
Lessening risk appearance [of] problem with increase of price
JICA JATIM Angkatan Ke 9
November 14, 2008STRATEGY MARKETING DI MASA KEMATANGAN
October 30, 2008- Maksimalisasi Item Produck.
- Maksimalisasi Area
- Minimalisasi SDM yang ada
- Optimalisasi Promosi
- Menaikkan harga
- Memperbaiki pelayanan ke Pelanggan
MAKSIMALISASI ITEM PRODUCT
- Dengan melihat kondisi produk dapat dinilai sbg product leader maka kesempatan ini harus dipakai sebagai follower product lain untuk mempermudah agar product masuk ke outlet.
- Fungsi lain sebagai penambah profit untuk distribusi product baru.
MAKSIMALISASI AREA
Kondisi jalur distribusi yang sudah ada (kita miliki) harus difungsikan sebagai jalur mendistribusikan product baru.
- Mengurangi biaya operasional.
- Menambah profit perusahaan.
MINIMALISASI SDM
Mengurangi SDM yang tidak tidak menguntungkan.
- Mengalokasikan SDM tersebut ke Project baru
- Menambah profit perusahaan dengan alokasi SDM yang lebih tepat.
OPTIMALISASI PROMOSI
- Mengalokasikan Anggaran Promosi dengan product baru.
- Menambah profit perusahaan
MENAIKAN HARGA TUJUANNYA :
- Menaikan keuntungan perusahaan
- Untuk membatasi jumlah permintaan
- Mengurangi resiko kekurangan Barang
MEMPERBAIKI KUALITAS PELAYANAN PELANGGAN
- Memunculkan ide2 untuk perbaikan hubungan konsumen dengan perusahaan.
- Agar konsumen tetap loyal terhadap perusahaan.
- Mengurangi resiko pemunculan permasalah dengan kenaikan Harga
Production Management
September 20, 2008Flow Production ( alur produksi ) terbagi menjadi 3 :
- Bahan Baku
- Proses
- Barang Jadi
BAHAN BAKU ( Dasar utama dalam pembentukan product )
Sehingga dalam proses produksi untuk menghasilkan produk yang kompetitif perlu kiranya adanya perbaikan dan standardisasi dari bahan baku, yang perlu diperhatikan diantaranya :
- Standardisasi Bahan Baku
- Standardisasi bahan pembantu
- Standardisasi penyimpanan dll
Dalam penentuan standard harus tegas dan jelas mana yang boleh dan mana yang tidak boleh karena akan menentukan proses selanjutnya, semakin bagus pembuatan standardisasi semakin bagus pula dalam penyajian keproses berikutnya ( outputnya semakin bagus ).
JICA JEPANG aku banyak Belajar dan TIPS HEMAT
September 19, 2008Memang semakin banyak berdo’a semakin dekat dengan yang kita cita-citakan, sehingga alhamdullilah wasyukurilah aq bisa belajar banyak dari JICA jepang tahun 2003 secara gratis dan menyenankan, aku angkatan ke 9 mewakili Jawa Timur, untuk belajar banyak sesuatu diJepang, yang paling saya tertarik dan berkesan di Jepang itu adalah rasa aman dan sopan santunya yang luar biasa mungkin dari adat kita yang sesungguhnya tidak kalah tetapi mungkin karena kita dalam sejarah mengalami peristiwa yang tidak wajar menjadi sebagian besar kita menjadi sangat jauh dari peradapan jepang. Kita sadar 350 tahun kita dijajah dan yang tragis lagi dampak buruk reformasi kita menjadi terlalu bebas seperti barusan keluar dari penjara sehingga kita menjadi lupa identitas kita sendiri.
Jepang adalah negara besar kehidupan sosialnya bagus bahkan saya mencari pengangguran aja sulit, jadi disana bisa dikatakan tidak ada pengangguran orangnya ramah-ramah, sering aku kesasar tidak bisa keluar dari supermarket aku sengaja tanyakan ke cewek yang perlente cantik banget aq tanya Summimasen saya tidak bisa keluar dari sini dimana jalan keluarnya ? apa reaksi cewek tersebut aq langsung diantar menuju pintu keluar padahal kelihatannya mereka terburu-buru hanya berkata Arigato Gozaimase beres. Sehingga pada waktu itu aq berani jalan jalan sendiri ke kota-kota jepang hanya bermodal peta karena aku yakin dikalau kesasar ya tanya aja beres karena disana kereta api bawah tanah mudah setiap 5 menit datang gak ribet masalah transportasi.
Makanan disana mahal dan harga merata dari warung kecil sampai dengan restoran hampir sama tetapi kalau pandai mensiasati ya jadi murah, tips hematnya adalah:
- Bawalah makanan siap saji dari indonesia sebanyak banyaknya ( penuhi kopermu mie dll ).
- Belilah makanan setelah jam 7 pm karena biasanya makanan fast food akan banyak discount sampai 70% mungkin untuk perut saya sudah biasa jangan blendrang jadi gak masalah.
- Kalau dikamar hotel ada KULKAS banyak minuman dan jangan diambil dari almari es karena secara otomatis akan terkena cash masuk ke kamar anda.
- Carilah makanan jawa karena disana kadang orang indonesia yang jualan makanan di tempat-tempat wisata .
- Jika membeli barang2 elektronik tunjukkan paspormu biar tidak kena Tax dll masih banyak
Dalam produk makanan Jepang memang paling rewel, di tahun 2003 awal saja standardisasi produk sangat ketat misal :
- Kandungan pestisida yang diperpolehkan ada aturan ketat (kalau ingin copy saya punya bukunya ) bahkan diajurkan untuk tidakmemakai pestisida dan pupuknya memakai pupuk kandang.
- Proses produksinya harus higienis, anda tidak mandi tidak bisa memasuki lokasi produksi karena harus memasuki ruang khusus sterilisasi, keluar dari kamar kecil tangan harus dicuci dengan alkohol kalau tidak jangan harap bisa keluar dari kamar kecil.
- Dalam hal kemasan mempunyai standardisasi yang pemerintah disana siap membantu membuat design nya ( ini yang tidak dimiliki peran pemerintah indonesia sebagai pelayan masyarakat )
- Dalam hal pemasaran Koperasi Jepang ( JA ) siap memasarkan dengan melelang dengan harga yang setinggi-tingginya karena semakin barang dagangan laku tinggi komisi yang didapat JA juga tinggi ( ini juga tidak dilakukan Koperasi Indonesia kalau koperasi indonesia yang memakelari ).
Berikutnya akan saya ulas lebih detail masalah produksi marketing bagaimana kaizen dijalankan dijepang ( bersambung )
Penulis
Nanang WEM
Hello world!
September 18, 2008Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

